banner 970x250
Film  

Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Malahayati dan Inong Balee, Tayang 12 November

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Malahayati dan Inong Balee, Tayang 12 November

JAKARTA – Kisah perjuangan Laksamana Malahayati dan pasukan perempuan Inong Balee dari Aceh diangkat ke layar lebar melalui film Pasukan 1000 Janda. Mengusung genre historical fantasy action, film garapan sutradara Archie Hekagery ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

banner 325x300

Trailer dan poster terbaru Pasukan 1000 Janda memperlihatkan skala pertempuran yang menjadi salah satu daya tarik film. Para perempuan bersenjatakan rencong dan kemampuan bela diri ditampilkan menghadapi armada kapal perang Belanda yang dilengkapi meriam.

Pertempuran tidak hanya berlangsung di daratan, tetapi juga di atas kapal dan perairan Aceh. Film produksi Manara Films tersebut memadukan latar sejarah dengan elemen fantasi dan aksi untuk membawa kisah Malahayati serta Inong Balee ke dalam format film laga.

Sutradara Archie Hekagery mengatakan Pasukan 1000 Janda ingin menghadirkan kisah Malahayati melalui pendekatan action movie yang sinematik.

“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar Archie.

Karakter Malahayati diperankan Atiqah Hasiholan. Sementara pasukan Inong Balee diperankan antara lain oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani.

Sejumlah nama lain turut bergabung dalam jajaran pemeran, yakni Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta aktor laga asal Belanda Ron Smoorenburg. Film ini diproduseri Yuda Wirafianto, dengan Mifta Nur Rizki sebagai ko-produser dan Bunga Mentari sebagai produser eksekutif.

Bagi Atiqah, sosok Malahayati tidak hanya menarik karena keberaniannya sebagai seorang laksamana dan pejuang. Karakter tersebut juga memiliki sisi sebagai perempuan, ibu, dan istri yang harus menghadapi kehilangan.

Menurutnya, semangat Malahayati dan Inong Balee masih memiliki relevansi dengan perempuan Indonesia saat ini, terutama dalam keberanian untuk memimpin, mengambil keputusan, dan menentukan jalan hidup.

“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri,” kata Atiqah.

Tasha Siahaan yang memerankan Dahlia, salah satu anggota Inong Balee, juga menjalani sejumlah persiapan untuk film tersebut. Ia mempelajari aksen dan dialek Aceh, koreografi laga, hingga sejarah perjuangan perempuan.

Secara cerita, Pasukan 1000 Janda mengambil latar Selat Malaka pada 1599. Setelah sebelumnya berhasil melawan armada Portugis, Malahayati diceritakan menghilang tanpa jejak. Ancaman baru kemudian muncul ketika armada Belanda datang menuju Selat Malaka untuk menguasai jalur perdagangan.

Serangan tersebut meninggalkan banyak perempuan kehilangan suami dan keluarga. Di tengah situasi itu, mereka bangkit dari duka dan membentuk pasukan untuk mempertahankan tanah mereka dari serangan Belanda.

Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Inong Balee, Pasukan 1000 Janda akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *