banner 970x250
Film  

Memburu Pemangsa Hadirkan Perburuan Empat Jurnalis Perempuan dalam Horror-Crime-Action Penuh Ketegangan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Indonesiakoma.com JAKARTA, 21 September 2026 — Sinemaku Pictures menghadirkan film terbaru Memburu Pemangsa, sebuah film bergenre horror-crime-action garapan produser sekaligus sutradara Umay Shahab. Film ini mengangkat kisah empat jurnalis perempuan yang melakukan investigasi terhadap kasus hilangnya anak-anak dan berhadapan dengan ancaman yang semakin dekat.

Memburu Pemangsa akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Sebelumnya, film ini telah menggelar Nonton Duluan di tujuh kota, yakni Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Penayangan tersebut mendapat antusiasme penonton dengan sebagian besar tiket terjual habis.

banner 325x300

Film ini dibintangi Laura Basuki sebagai Agnes, Prilly Latuconsina sebagai Cia, Taskya Namya sebagai Brina, dan Yasamin Jasem sebagai Anya. Keempatnya menjadi jurnalis yang berada di garis depan penyelidikan sebuah kasus gelap yang mengancam keselamatan anak-anak. Film ini juga menghadirkan Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish, dan Jordan Omar.

Dalam Memburu Pemangsa, ancaman yang dihadapi para karakter bukan sekadar berasal dari sosok supernatural. Film ini menempatkan manusia sebagai bagian dari kejahatan yang mereka selidiki, sekaligus memadukan unsur horor, kriminal, aksi, dan investigasi dalam satu rangkaian cerita.

Bagi Umay Shahab, Memburu Pemangsa menjadi bentuk eksplorasi baru dalam perjalanan kreatifnya. Ia ingin menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda sekaligus membawa isu kekerasan terhadap anak ke dalam sebuah cerita yang dapat membuka ruang pembicaraan.

“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horror-crime-action yang akan memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan dan warna yang berbeda dari karya-karya saya sebelumnya, dan ini menjadi seperti spiritual journey bagi saya,” ujar Umay Shahab.

Ia menambahkan, isu kekerasan terhadap anak menjadi salah satu alasan penting di balik film ini. “Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi. Semoga film Memburu Pemangsa juga bisa memberi dampak pada isu yang sangat penting untuk terus kita bicarakan,” tambah Umay.

Laura Basuki, yang memerankan Agnes, tertarik bergabung karena film ini menawarkan perpaduan horor, kriminal, aksi, dan investigasi, sekaligus membawa isu yang relevan. Baginya, perpaduan tersebut memberikan pengalaman bermain yang berbeda.

“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang, agar semakin menyadarkan mereka harus meminta bantuan ke mana ketika hal-hal serupa terjadi pada mereka,” ujar Laura Basuki.

Sementara itu, Prilly Latuconsina melihat film ini sebagai kesempatan untuk mengajak penonton lebih peka terhadap isu kekerasan terhadap anak. Menurutnya, informasi mengenai kasus kekerasan terhadap anak telah banyak tersedia, tetapi diperlukan respons dan tindakan yang tepat ketika kasus tersebut terjadi.

“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Di beberapa lingkungan, seperti di rumah, atau ketika kita membaca informasi tersebut kita bingung harus melakukan apa sehingga itu dibiarkan saja. Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi, ketika ada berita-berita tersebut. Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara dan memberikan respons yang tepat,” ujar Prilly.

Bagi Taskya Namya, yang memerankan Brina, tantangan terbesar datang dari perpaduan genre horor dan action yang membuat proses syuting membutuhkan stamina ekstra. Karakternya bersama tiga jurnalis lainnya harus mengikuti rangkaian investigasi yang membawa mereka semakin dekat dengan predator yang mereka buru.

Yasamin Jasem, yang memerankan Anya, juga merasa memiliki kedekatan dengan karakternya. Anya merupakan seorang jurnalis yang melakukan riset dan memiliki ketertarikan pada demonologi. Dalam proses persiapan, para pemain juga bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak sebagai bagian dari proses pendalaman isu yang diangkat dalam film.

“Aku dan Anya memiliki kedekatan. Anya adalah jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat pada demonologi. Sementara aku juga banyak menonton documentary crime dan berbau cult. Kami para pemeran juga bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak, yang menurutku menjadi pemantik untuk menyuarakan isu yang kami angkat, dan semoga semua orang bisa menjadi lebih baik setelah menonton film ini,” ujar Yasamin.

Memburu Pemangsa berangkat dari kisah empat anak yang menghilang dari sebuah kawasan dan kemudian ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Ketika anak lain kembali menjadi sasaran, Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News, terlibat dalam kasus tersebut setelah menyaksikan seorang anak diculik tepat di hadapannya.

Bersama Cia, Brina, dan Anya, serta seorang polisi bernama Petra, Agnes melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Mereka kemudian dihadapkan pada pilihan untuk mundur demi keselamatan diri atau mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan anak-anak yang berada dalam bahaya.

Melalui perpaduan horror, crime, action, dan investigasi, Memburu Pemangsa menghadirkan kisah perburuan yang intens sekaligus membawa isu kekerasan terhadap anak lebih dekat kepada penonton. Film ini menjadi karya terbaru Sinemaku Pictures yang mengembangkan pendekatan visual dan skala produksi yang berbeda dari karya-karya sebelumnya.

Tiket penayangan hari pertama Memburu Pemangsa sudah dapat dibeli mulai sekarang dengan promo Beli 1 Gratis 1 Tiket. Pembelian tiket tersedia secara online melalui M-TIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID, serta secara offline melalui Kota Cinema Mal, Sam’s Studios, dan New Star Cineplex.

Saksikan Memburu Pemangsa di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa, serta kanal media sosial Sinemaku Pictures lainnya.

TENTANG SINEMAKU PICTURES

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film, di antaranya Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), dan Perayaan Mati Rasa (2025). Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *