banner 970x250
Berita  

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Letjen Richard Tampubolon Buka 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, Indonesia Menang Kepercayaan Sebelum Medali

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Indonesiakoma.com LUDUS – Sebelum satu tendangan pun menentukan pemenang, sebelum satu poin pun mengubah nasib atlet menuju Olimpiade Los Angeles 2028, Indonesia lebih dulu memenangkan sesuatu yang tak bisa diukur oleh papan skor: kepercayaan.

Itulah yang terasa ketika 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 resmi dibuka di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/8). Di arena yang selama lima hari, 1-5 Agustus 2026, menjadi pusat perhatian taekwondo Asia, berkumpul 531 atlet dari 36 negara. Mereka datang bukan sekadar mengejar medali. Mereka membawa mimpi, ranking dunia, dan tiket menuju persaingan yang lebih besar karena turnamen berstatus World Taekwondo (WT) G2 ini menjadi bagian dari perhitungan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

banner 325x300

Namun kisah terbesar justru dimulai jauh sebelum para atlet memasuki gelanggang.

Indonesia pernah menunggu hampir dua dekade untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan taekwondo internasional sebesar ini. Penantian panjang itu akhirnya berakhir setelah Asian Taekwondo Union (ATU) memilih Indonesia, mengungguli Vietnam, Arab Saudi, Malaysia, India, dan sejumlah negara lain melalui proses bidding yang berlangsung ketat dan diputuskan di Asian Taekwondo Union (ATU) Extraordinary Council Meeting di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Februari 2026.

Kepercayaan itu kini berubah menjadi panggung yang mempertemukan Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia dalam satu arena.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon memandang kejuaraan ini jauh melampaui agenda pertandingan lima hari.

“Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah kejuaraan taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini,” kata Richard.

Baginya, jumlah peserta bukan sekadar angka statistik. Kehadiran 36 negara menjadi pengakuan bahwa Indonesia memiliki kapasitas menyelenggarakan event olahraga internasional dengan standar tinggi sekaligus membuka ruang bagi berkembangnya sport tourism.

“Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses bidding yang kompetitif bersama negara lain. Berdasarkan hasil keputusan Asian Taekwondo Union, Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dan hari ini kita membuktikan bahwa kepercayaan tersebut kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Richard.

Di balik sukses penyelenggaraan itu, Richard menegaskan adanya dukungan penuh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menjadikan Indonesia Open sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. Kolaborasi antara PBTI dan Markas Besar TNI kemudian menjadi fondasi lahirnya salah satu agenda taekwondo terbesar yang pernah digelar Indonesia.

Pesan serupa juga datang dari Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang mewakili Panglima TNI Agus Subiyanto. Menurutnya, kemenangan Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak meja bidding.

Baginya, terpilihnya Indonesia bukan hanya soal menjadi penyelenggara. Keputusan itu mengirimkan pesan kepada komunitas internasional bahwa Indonesia merupakan negara yang aman, siap menerima dunia, sekaligus layak menjadi destinasi sport tourism.

Ia menyebut penyelenggaraan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah taekwondo nasional. Sebanyak 531 atlet dari 36 negara memenuhi arena pertandingan, sesuatu yang belum pernah kembali dirasakan Indonesia selama hampir dua dekade.

“Lebih membanggakan lagi, kejuaraan ini digelar setelah hampir dua dekade Indonesia tidak pernah menyelenggarakan kejuaraan internasional taekwondo. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung, teman-teman PBTI, Kemenpora, KONI, dan KOI,” tuturnya.

“Hari ini menjadi tonggak penting perkembangan taekwondo di Indonesia, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional yang berkualitas,” lanjut Tandyo.
Ia pun mengajak seluruh atlet menjadikan kejuaraan ini bukan hanya ruang perebutan podium, melainkan momentum memperkuat sportivitas, disiplin, saling menghormati, dan persahabatan antarbangsa.

Pembukaan kejuaraan sendiri berlangsung penuh warna. Defile bendera negara-negara peserta membuka parade persahabatan antarbangsa. Atraksi Poomsae Indonesia dan Woosuk University Korea Selatan memperlihatkan bagaimana seni dan presisi menjadi bagian tak terpisahkan dari taekwondo. Teatrikal dance dan treatment dance bertema taekwondo kemudian menghidupkan atmosfer pembukaan sebelum hitung mundur resmi dimulai.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama para pejabat dan tamu kehormatan melakukan peresmian simbolik dengan menekan tombol hitung mundur sebagai tanda dimulainya kejuaraan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden ATU Kim Sang-jin bersama Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon juga menyematkan sabuk hitam DAN Kukkiwon kehormatan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Pembukaan turut dihadiri Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-Gu, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu yang juga menjabat Chef de Mission Asian Games 2026, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Kalimantan Tengah Agustian Sabran, Presiden Asian Taekwondo Union Kim Sang-jin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Ade Lukman.

Pada akhirnya, kejuaraan ini memang akan melahirkan juara-juara baru. Medali emas akan menemukan pemiliknya. Ranking dunia akan berubah. Poin Olimpiade akan berpindah tangan.

Namun ketika lampu arena nanti dipadamkan, Indonesia telah lebih dahulu membawa pulang kemenangan yang paling sulit diraih dalam olahraga internasional: keyakinan dunia bahwa negeri ini mampu menjadi rumah bagi panggung taekwondo Asia. Sebuah kemenangan yang tidak ditentukan oleh tendangan terakhir, melainkan oleh kepercayaan yang berhasil dijaga.

Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.

Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial)

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *