banner 970x250

GPIB Jakarta Timur: Bencana Tak Boleh Memutus Masa Depan Anak-anak NTT

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPC Jakarta Timur mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi wujud solidaritas GPIB bersama para donatur dan masyarakat kepada warga yang sedang menjalani masa pemulihan pascabencana.

Bantuan diserahkan melalui Post Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, dan diterima oleh Ibu Winda, Koordinator BNPB Bantuan Gempa Bumi NTT.

banner 325x300

Bagi GPIB, pemulihan pascabencana bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan pangan. Anak-anak yang terdampak juga membutuhkan dukungan agar dapat kembali ke sekolah dan melanjutkan pendidikan.

Ketua GPIB DPC Jakarta Timur, Bapak Mohamad Amin, mengatakan perhatian terhadap pendidikan anak menjadi alasan penting GPIB ikut bergerak dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Bangunan boleh runtuh, namun mental mereka jangan sampai runtuh. Itulah motivasi GPIB, supaya mereka bersekolah lagi,” ujar Bapak Amin.

Ia menilai pendidikan harus tetap menjadi prioritas meski masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.

Karena itu, GPIB DPC Jakarta Timur tidak hanya menggalang kebutuhan pangan, tetapi juga pakaian sekolah yang dapat langsung dimanfaatkan oleh anak-anak penyintas.

Dalam aksi tersebut, Bapak Finawan Ateng menyumbangkan 480 pcs sari kacang hijau dan 200 pcs celana dalam baru.

Kemudian Bapak Kiki Irawan menyumbangkan 14 dus mie instan dan Bapak Sosidjono memberikan tujuh dus mie instan.

Sementara Bapak David menyumbangkan 12 dus air mineral. Dari masyarakat, terkumpul 50 set pakaian sekolah baru untuk anak-anak SD, SMP, dan SMA.

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Ibu Winda. Ia mengatakan bantuan yang diterima diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

“Alhamdulillah kami sudah terima dengan baik dan semoga bisa meringankan saudara-saudara kita yang ada di NTT. Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kepedulian dari teman-teman GPIB,” ujar Ibu Winda.

Ia menjelaskan, kebutuhan penyintas pada masa transisi darurat masih cukup besar. Beberapa kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan juga perlu mendapat perhatian.

“Beberapa kebutuhan mendesak seperti pakaian anak sekolah, alat tulis, dan buku bacaan. Itu memang kami perlukan di masa-masa transisi darurat seperti ini,” katanya.

Ibu Winda juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan bantuan melalui GPIB.

Penyaluran bantuan turut dihadiri Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Bapak Edy Dwiyanto, S.E., Ketua GPIB DPC Jakarta Timur Bapak Mohamad Amin, serta pengurus DPC GPIB Jakarta Timur, Ibu Monfris bagian Kelembagaan dan Ibu Sri Rejeki selaku Bendahara.

Bapak Amin menegaskan GPIB akan terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan para pengusaha untuk membantu penyintas NTT.

Semangat yang dibawa GPIB sederhana, tetapi penting: ketika bencana meruntuhkan bangunan, jangan biarkan bencana ikut meruntuhkan harapan dan masa depan anak-anak.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *