KEPULAUAN SERIBU UTARA, INDONESIAKOMA.COM —
Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026.
Perlombaan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB dengan garis start di Pulau Kelapa dan finis di Pulau Harapan. Jalur ini merupakan rute perairan yang biasa dilalui nelayan, sekaligus menyuguhkan panorama khas pesisir Kepulauan Seribu.
Mengusung tema “Semangat Bahari Menuju Wisata Berdikari”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas maritim serta mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, SIK, MSi dijadwalkan hadir dan telah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai potensi bahari di wilayah Pulau Kelapa hingga Pulau Harapan memiliki nilai strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Pelestarian Budaya Bahari dan Identitas Lokal
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya maritim khas Kepulauan Seribu.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba kapal cepat tradisional ini sebagai wujud pelestarian budaya bahari. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai kejujuran dan persaudaraan antarwarga menjadi hal penting yang dijunjung selama kompetisi berlangsung.
Selain itu, lomba ini juga diharapkan mampu memotivasi nelayan untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan kapal tradisional yang tangguh dan kompetitif.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Lebih jauh, Adriansyah menilai penyelenggaraan lomba ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan,” katanya.
Efek berganda dari kegiatan ini mulai terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil.
Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor transportasi laut, penginapan, hingga penjualan kuliner dan produk olahan hasil laut.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan pemangku kepentingan, Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara.
- Lomba Kapal Nelayan Tradisional Warnai Gelora Bahari Seribu Utara 2026 – 25 Maret 2026
- Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS – 18 Maret 2026
- Ramadan 2026: PW MIO Indonesia DKI Jakarta Gelar Aksi Bagi Takjil di Jl. Pedati Selatan – 16 Maret 2026



















