Indonesiakoma.com Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Metro Menteng melaksanakan pengamanan Jaga Jakarta melalui patroli cipta kondisi (cipkon) di wilayah perbatasan Manggarai–Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) IPTU Aang Suryana sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Senin (5/1/2026)
Patroli cipkon difokuskan pada area perbatasan yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan malam hari dan potensi tawuran warga. Personel melakukan patroli mobile dan dialogis, menyisir jalur-jalur utama, kawasan pemukiman, serta titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul warga pada malam hari. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan.
IPTU Aang Suryana menegaskan bahwa patroli cipkon ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polsek Metro Menteng dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Selain pengawasan, personel juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar tidak mudah terprovokasi dan turut berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa patroli cipta kondisi Jaga Jakarta merupakan komitmen Polri dalam mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan. “Kami terus meningkatkan patroli di wilayah rawan, khususnya perbatasan, guna mencegah kejahatan jalanan, tawuran, serta menjaga ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi menambahkan bahwa patroli cipkon dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. “Langkah ini kami lakukan untuk memastikan wilayah Menteng dan sekitarnya tetap aman, kondusif, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas, terutama pada malam hari,” ujarnya.
Dengan digelarnya patroli cipta kondisi di perbatasan Manggarai–Tambak ini, Polsek Metro Menteng berharap situasi kamtibmas tetap terjaga, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir, serta sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















