JAKARTA, INDONESIAKOMA.COM –
Ketua Umum Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS), Lucky Indrawan, menyampaikan kecaman keras terhadap peristiwa penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis di Jakarta. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan brutal yang mencederai nilai kemanusiaan sekaligus menjadi ancaman serius bagi ruang demokrasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi ketika korban baru saja pulang dari sebuah kegiatan diskusi. Saat berada di sekitar kediamannya, korban didatangi oleh orang tak dikenal yang kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuh korban sebelum pelaku melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Lucky Indrawan: Kekerasan Tidak Boleh Jadi Cara Membungkam Aktivis
Ketua Umum PEWARIS Lucky Indrawan menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi dalam negara yang menjunjung tinggi hukum dan demokrasi.
Menurutnya, kekerasan terhadap aktivis berpotensi menciptakan rasa takut di tengah masyarakat serta mengancam kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan menjadi pola dalam menyelesaikan perbedaan pandangan. Negara harus hadir memastikan keadilan ditegakkan,” ujar Lucky Indrawan dalam keterangannya kepada media.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai kasus seperti ini berhenti pada pelaku lapangan saja. Jika ada aktor intelektual di baliknya, maka harus diungkap secara transparan kepada publik,” tegasnya.
Kapolri Perintahkan Pengusutan Tuntas
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Kapolri menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga. Tim penyidik disebut telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti di lapangan serta memeriksa sejumlah saksi.
Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian untuk membantu proses pengungkapan pelaku.
Komnas HAM Soroti Pelanggaran Hak Asasi
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Lembaga tersebut menilai penyiraman air keras merupakan tindakan yang melanggar hak atas rasa aman dan keselamatan seseorang.
Komnas HAM mendorong aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan secara transparan serta memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak.
PEWARIS Nyatakan Solidaritas
Sebagai organisasi yang menaungi wartawan Muslim di Indonesia, PEWARIS menyatakan solidaritas kepada korban dan keluarganya. Lucky Indrawan berharap korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta dukungan hukum yang memadai.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan sebagai cara menyelesaikan perbedaan pandangan.
“Perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui dialog, bukan dengan teror atau kekerasan. Bangsa ini dibangun di atas nilai kemanusiaan dan keadilan,” pungkasnya.
- Ketua Umum PEWARIS Lucky Indrawan Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis, Desak Pengungkapan Pelaku – 18 Maret 2026
- PADI Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrei Yunus, Desak Polisi Usut Tuntas – 18 Maret 2026
- Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi – 18 Maret 2026



















