banner 970x250
Berita  

Dari Cetak Sawah hingga Rumah Tanpa SLIK OJK, Irfan Jaya Perkuat 8 Aksi Nasional

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

INDONESIAKOMA.COM, JAKARTA —

Irfan Jaya, Owner Reskita Group sekaligus Dewan Pembina Pimpinan Pusat Garda Rakyat 08, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi 8 Aksi Nasional yang digagas Garda Rakyat 08 sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program kerakyatan Presiden Prabowo.

banner 325x300

Komitmen tersebut disampaikan Irfan Jaya dalam acara Media Gathering yang digelar di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). Acara ini dihadiri Kepala Forum Kader Bela Negara (FKBN) Angga Rahadian Tirtawijaya, Ketua Umum Garda Rakyat 08 Iskan, tokoh FKBN Ahmad Liwan, serta para jurnalis dari berbagai media televisi dan media online.

“Delapan Aksi Nasional ini kami rancang untuk menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat. Ini bukan sekadar konsep, tetapi program nyata yang sudah kami uji di lapangan dan siap dinasionalkan,” ujar Irfan Jaya.

Sebagai Owner Reskita Group, holding yang menaungi sembilan perusahaan lintas sektor seperti pertanian, alat berat, perumahan, dan teknologi pendidikan, Irfan menegaskan kesiapan dunia usaha untuk terlibat langsung dalam percepatan program kerakyatan melalui Garda Rakyat 08.

Delapan aksi nasional tersebut mencakup ketahanan pangan berbasis teknologi, sandang rakyat melalui bantuan sosial dan CSR, perumahan bersubsidi tanpa uang muka dan tanpa SLIK OJK, Nelayan Bela Negara Berdaya, pendidikan berkualitas berbasis teknologi, tambang rakyat ramah lingkungan, pemberdayaan perempuan melalui kredit tanpa bunga, serta perluasan lapangan kerja bagi milenial dan Gen Z.

Pada sektor ketahanan pangan, Irfan menekankan pentingnya swasembada beras sebagai fondasi kedaulatan nasional. Ia menawarkan solusi melalui program cetak sawah baru, pendirian klinik pertanian di setiap kecamatan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti drone pertanian dan traktor yang didukung tenaga pendamping dari kalangan generasi muda.

“Pada sektor pangan, fokus kami adalah swasembada beras melalui cetak sawah baru, klinik pertanian di setiap kecamatan, serta pemanfaatan teknologi modern yang melibatkan pendamping dari kalangan milenial dan Gen Z,” katanya.

Program tersebut juga diperkuat dengan produksi pupuk organik unggul secara swadaya serta pengembangan komoditas berpotensi ekspor seperti lada dan durian Musang King, yang telah diujicobakan di sejumlah daerah dan dinilai berhasil.

Di sektor perumahan rakyat, Irfan menyoroti masih tingginya kebutuhan rumah bersubsidi yang sering terhambat oleh persyaratan uang muka dan SLIK OJK. Ia menyebut perusahaannya telah membangun ribuan unit rumah rakyat tanpa DP, namun mendorong pemerintah menyiapkan regulasi khusus agar skema tersebut dapat diterapkan secara lebih luas.

“Kebutuhan rumah bersubsidi sangat besar, tetapi sering terhambat oleh uang muka dan SLIK OJK. Kami sudah membangun ribuan unit tanpa DP, dan ke depan diperlukan regulasi agar rumah subsidi tidak lagi mensyaratkan SLIK OJK,” tegasnya.

Dalam bidang pertambangan, Irfan mendorong penguatan kebijakan tambang rakyat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus memberi ruang lebih besar bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, pada sektor kelautan, Irfan menilai pemberdayaan nelayan harus menjadi prioritas nasional mengingat lebih dari 70 persen wilayah Indonesia merupakan lautan. Ia mengusung konsep Nelayan Bela Negara yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga berperan strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

Di bidang pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga, Irfan menyiapkan program kredit tanpa bunga berbasis bantuan sosial atau CSR guna memperkuat ekonomi rumah tangga. Program ini dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menjawab persoalan pengangguran, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z, Irfan menyebut sebagian besar aksi nasional tersebut berpotensi membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Tujuh dari delapan aksi nasional ini berpotensi membuka ratusan ribu hingga jutaan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda sebagai tenaga pendamping di berbagai sektor strategis,” jelas Irfan.

Selain itu, Irfan juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan melalui penanaman kelapa dan enau sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Di sektor pendidikan, ia menekankan pentingnya sistem pembelajaran berbasis teknologi dengan suasana belajar yang menyenangkan untuk menyongsong Generasi Emas Indonesia.

“Melalui Garda Rakyat 08, kami siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk memastikan pembangunan nasional benar-benar berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *