Indonesiakoma.com Jakarta Pusat —Pasca meningkatnya debit air akibat curah hujan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Tengsin Aiptu Suparmin bersama unsur tiga pilar melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan genangan air di lingkungan RW 07, Jalan Karet Pasar Baru Barat I, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat, (23/1/2026), pagi hari.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah respons cepat terhadap dampak luapan Kali Krukut yang masuk ke permukiman warga melalui lubang-lubang saluran air dari rumah warga menuju kali, sehingga menyebabkan genangan di sejumlah titik lingkungan RW 07.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Tengsin, Aiptu Suparmin bersama unsur tiga pilar turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan kondisi warga serta memastikan penanganan genangan berjalan dengan baik dan terkoordinasi.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa RW 07 Kelurahan Karet Tengsin terdiri dari 19 RT, dan saat ini terdapat 10 RT yang masih mengalami genangan air. Ketinggian air rata-rata berada pada kisaran 20 cm hingga 30 cm, terutama pada lokasi-lokasi yang merupakan titik terendah di dalam permukiman atau gang-gang sempit warga.
Sementara itu, untuk jalan utama warga, yakni Jalan Karet Pasar Baru Barat I, saat ini sudah tidak terdapat genangan sehingga dapat dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Hal ini sangat membantu mobilitas warga serta distribusi bantuan maupun pelayanan.
Saat monitoring berlangsung, Suku Dinas Sumber Daya Air masih terus melakukan proses penyedotan air di sejumlah titik genangan guna mempercepat surutnya air. Selain itu, PPSU Kelurahan Karet Tengsin turut membantu membersihkan lingkungan dari lumpur dan sampah sisa genangan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga.
Tak hanya itu, unsur Satpol PP, Dishub Kecamatan, serta pihak Kelurahan juga melakukan penataan terhadap gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan utama warga agar akses jalan tetap terbuka dan tidak menghambat proses penanganan genangan maupun aktivitas masyarakat.
Dari hasil pemantauan, debit air Kali Krukut saat ini masih mengalir cukup deras dan berada pada batas ambang lubang-lubang got atau saluran air dari permukiman warga menuju kali. Meski demikian, kondisi mesin pompa air terpantau berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kendala teknis, sehingga proses pengendalian air dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengamankan barang-barang berharga dari potensi genangan susulan. Warga juga diminta segera melapor apabila terdapat kenaikan air secara signifikan atau gangguan lain di lingkungan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, mengatakan Kegiatan monitoring ini merupakan wujud sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam menghadapi dampak musim penghujan, khususnya di wilayah bantaran kali yang rawan terdampak luapan air.
Senada dengan Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Akhmat Basuki, Polsek Metro Tanah Abang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung penanganan bencana dan kesiapsiagaan lingkungan di wilayah hukum Tanah Abang.
Dengan adanya pemantauan langsung dan koordinasi lintas sektor, diharapkan penanganan genangan air di RW 07 Kelurahan Karet Tengsin dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















