banner 970x250
Berita  

Sekolah Aman Dimulai dari Rumah, GPIB Gelar Seminar Anti-Bullying

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Menciptakan sekolah yang aman bagi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Peran orang tua dalam membangun komunikasi, memberikan perhatian, serta menanamkan karakter sejak di rumah menjadi bagian penting dalam mencegah bullying.

Pesan itu mengemuka dalam Seminar Anti-Bullying yang digelar Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bersama SDN Tanjung Barat 04 Pagi, Senin (28/9/2026).

banner 325x300

Mengangkat tema “Anak Aman, Sekolah Nyaman: Peran Orang Tua Mencegah Bullying”, kegiatan tersebut berlangsung di SDN Tanjung Barat 04 Pagi, Jalan H. Harun Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Para orang tua siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang tergabung dalam Komite Sekolah dan koordinator kelas (korlas) mengikuti kegiatan tersebut. Jajaran guru dan tenaga kependidikan juga hadir.

Narasumber seminar, Evi Fatmawati, A.Md., mengatakan orang tua perlu membangun hubungan yang membuat anak merasa aman untuk menyampaikan berbagai persoalan.

“Orang tua harus menjadi orang yang paling nyaman untuk anak bercerita,” ujar Evi.

Menurutnya, komunikasi tidak boleh berhenti pada hubungan antara orang tua dan anak. Sekolah juga perlu membangun komunikasi dua arah dengan keluarga siswa.

Evi mendorong sekolah menyediakan mekanisme pengaduan bagi siswa. Saluran tersebut dapat menjadi salah satu cara bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dialami maupun diketahui di lingkungan sekolah.

“Kalau anak memiliki tempat yang aman untuk bercerita, persoalan bisa diketahui lebih awal,” katanya.

Plt Kepala SDN Tanjung Barat 04 Pagi, Nanik Wijayanti, M.Pd., mengatakan pendidikan anak membutuhkan kesinambungan antara sekolah dan rumah.

Ia meminta orang tua tidak menganggap remeh ucapan atau candaan yang berkaitan dengan kondisi fisik anak.

“Kadang orang tua menganggap itu bercanda, seperti mengatakan gendut, hitam atau pesek. Tetapi bagi anak, belum tentu itu dianggap sebagai candaan,” ujar Nanik.

Nanik menegaskan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

“Anak pintar tapi tidak punya adat buat apa? Anak pintar tapi jahat. Jadi yang penting itu, yang utama kita tanamkan adalah karakter,” katanya.

Ia berharap para orang tua dapat menerapkan materi yang diperoleh dari seminar dalam kehidupan sehari-hari sehingga pendidikan karakter di sekolah mendapat penguatan di lingkungan keluarga.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pengembangan program MeSRA (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak) DPW DKI Jakarta.

Ketua MeSRA DPW DKI Jakarta, Sonya Mercyna, hadir dalam kegiatan tersebut. Program MeSRA menjadi salah satu upaya GPIB DPW DKI Jakarta untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak.

Ketua GPIB DPW DKI Jakarta, Edy Dwi Yanto, SE., mengatakan pihaknya akan menjalankan berbagai program secara bertahap.

Selain MeSRA, GPIB DPW DKI Jakarta tengah menyiapkan program berkaitan dengan kesehatan sekolah, pencegahan tawuran dan pemberantasan narkoba.

“Harapannya program ini bisa memberikan manfaat bagi orang tua, sekolah dan anak-anak serta membantu membentuk anak-anak yang memiliki karakter,” ujar Edy.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang diwakili Fitri Fajarasih. Hadir pula Ketua Komite SDN Tanjung Barat 04 Dani Hendro, Wakil Kepala Sekolah Rasyid Indra Jaya, S.Pd., serta jajaran guru dan tenaga kependidikan.

Melalui seminar tersebut, GPIB dan SDN Tanjung Barat 04 Pagi menekankan pentingnya membangun lingkungan yang aman bagi anak secara bersama-sama, dengan pendidikan karakter dan komunikasi terbuka sebagai bagian dari upaya pencegahan bullying.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *