banner 970x250

Lomba PBB PPSU Jadi Pembuka Festival Batu Penggilingan IV, Tekankan Disiplin dan Kepedulian Lingkungan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Rangkaian Festival Batu Penggilingan IV di Jakarta Timur diawali dengan lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari 20 kelurahan.

Sebanyak sekitar 400 petugas yang dikenal sebagai Pasukan Oranye mengikuti perlombaan tersebut. Mereka tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan baris-berbaris dengan tepat, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan dalam satu tim.

banner 325x300

Kegiatan berlangsung di kawasan Cagar Budaya Batu Penggilingan, Jalan Kalibuaran, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Lomba PBB menjadi salah satu agenda awal Festival Batu Penggilingan IV yang digelar untuk mengangkat sejarah kawasan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menata lingkungan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Komisi B, Syahroni, mengatakan pemilihan PPSU sebagai peserta lomba memiliki tujuan khusus.

“Kita ingin membangun disiplin. Lomba baris-berbaris ini tujuannya memberikan rasa disiplin kepada mereka, tepat waktu dan kekompakan dalam tim,” ujar Syahroni.

Ia menyebut peserta berasal dari tiga kecamatan, yakni Cakung, Matraman dan Pulogadung. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi dapat memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan tugas PPSU sehari-hari.

Syahroni juga menekankan Festival Batu Penggilingan IV tahun ini memiliki perhatian besar terhadap persoalan sampah.

Selain lomba PBB, masyarakat dan PPSU akan terlibat dalam aksi bersih-bersih di kawasan sepanjang kali. Kegiatan mencakup pemilahan sampah dari sumber, penataan lingkungan, merapikan gang hingga mempercantik sejumlah ruang interaksi masyarakat.

“Kita ini mengikuti apa yang ditunjukkan oleh Gubernur, permasalahan sampah Jakarta yang luar biasa hari ini kita kemas dalam sebuah kegiatan,” katanya.

Menurut Syahroni, kegiatan lingkungan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya menjadikan festival memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh warga.

“Harapannya setelah kegiatan ini teman-teman itu bisa baris-berbaris jadi rapi, lebih disiplin. Kemudian di lingkungan sendiri itu menjadi rapi, bersih dan tertata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Batu Penggilingan IV, Ustaz Muhammad Sehu atau Suhe, mengatakan lomba PBB menjadi ajang bagi PPSU untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

“Kita undang PPSU untuk menampilkan keterampilan-keterampilan berbarisnya. Selama ini mereka bekerja, kita tunjukkan juga kepada masyarakat bahwa mereka juga bisa berbaris,” kata Suhe.

Ia menyebut sebanyak 20 peserta dari kelurahan di tiga kecamatan ikut ambil bagian. Panitia juga menyiapkan hadiah yang berasal dari dukungan para sponsor.

Festival Batu Penggilingan IV selanjutnya akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari aksi lingkungan, bazar UMKM hingga pentas seni budaya.

Sejumlah kesenian seperti hadrah dan lomba rebana juga dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian festival yang berlangsung selama dua hari.

Suhe mengatakan festival tahun ini membawa semangat Jakarta bersih dan tertata. Selain menjaga lingkungan, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap sejarah kawasan Batu Penggilingan.

“Kita berharap bisa merasa memiliki Batu Penggilingan yang bersejarah ini dan bisa memeliharanya sampai anak cucu kita,” ujarnya.

Batu Penggilingan sendiri merupakan kawasan cagar budaya yang berkaitan dengan sejarah penggilingan gula pada masa lampau. Situs tersebut menjadi bagian penting dari sejarah yang kemudian melekat pada nama kawasan Penggilingan.

Menurut Suhe, Batu Penggilingan bukan merujuk pada penggilingan padi, melainkan penggilingan gula yang menjadi bagian dari sejarah kawasan tersebut.

Melalui Festival Batu Penggilingan IV, sejarah, kebersihan lingkungan, budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dipadukan dalam satu rangkaian kegiatan yang melibatkan warga dan berbagai unsur pemerintahan.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: indonesiakoma01@gmail.com.
Terima kasih.
______________________

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *